BARANGSIAPA MENGANDALKAN ALLAH DIA BENAR KUAT DAN TERCUKUPI
Nabi s.a.w bersabda: “Niat sesaorang mukmin lebih baik dari amal perbuatannya” Oleh sebab itu, niat itu mendapat pahala tanpa amal, sedangkan amal tanpa niat tidak ada pahalanya

Senin, Januari 21

BAB VI KEUTAMAAN BERWUDLU


روي عن الضحاك عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «مَا مِنْ عَبْدٍ ولا امْرَأةٍ تَوَضَّأَ فَأحْسَنَ الوُضُوءَ، ثُمَّ قَرَأَ بَعْدَهُ إنّا أنْزَلْنَاهُ في لَيْلَةِ القَدْرِ إلى آخِرها إلا أَعْطَاهُ الله تَعَالى بِكُلِّ حَرْفٍ مِنْهَا مائَةَ دَرَجَةٍ، وخَلَقَ الله تَعَالَى مِنْ كُلِّ قَطْرَةٍ قَطَرَتْ مِنْ وُضُوئِهِ مَلَكا يَسْتَغْفِرُ لَهُ إلى يَوْمِ القِيَامَةِ، كذا في رياض الصالحين».

Diceritakan dari Ad-Dlohak dari Abu Hurairah RA. Sesungguhnya ia telah berkata, Rasulullah SAW bersabda; “tidak ada laki-laki atau perempuan yang berwudlu dengan sempurna, lalu selesai berwudlu ia membaca “Inna Anzalna (surat al-Qodar)”, kecuali Allah akan memberi mereka setiap huruf dari surat tersebut 100 derajat dan Allah akan menciptakan dari setiap tetes air wudlunya seorang malaikat yang selalu berdoa kepada Allah untuknya sampai hari kiamat. (Riyadlus Shalihin).

(قال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ تَوَضَّأ للصَّلاةِ فأحْسَنَ الوُضُوءَ) بأن راعى شروطه وفروضه وآدابه. (ثُمَّ قَامَ إلى الصَّلاةِ فإنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ خَطِيئَتِهِ كَيَوْمَ وَلَدَتْهُ أمُّهُ) أي فإنه لم يبق منه شيء من ذنوبه الصغيرة، كأنه في يوم خروجه من بطن أمه قوله: كيوم مبني على الفتح لإضافته إلى فعل مبني.

Nabi SAW bersabda, Barangsiapa berwudlu untuk melakukan sholat lalu ia membaguskan wudlunya dengan melakukan syarat-syarat, ferdlu-ferdlu dan adab-adabnya, kemudian ia sholat, maka sesungguhnya ia keluar dari kesalahannya seperti hari di mana ia dilahirkan, artinya dosa-dosa kecil yang pernah ia lakukan tidak tersisa sedikitpun, seolah-olah ia terlahir kembali tanpa dosa.

(وقال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلاةِ وَصَلَّى كَفَّرَ الله ذُنُوبَهُ) والمراد الصغائر (ما بَيْنَهُ وَبَيْنَ الصَّلاةِ الأُخْرَى التي تليها وقال صلى الله عليه وسلم: مَنْ نامَ عَلَى وُضُوءٍ فَأَدْرَكَهُ الموتُ في تلكَ الليلةِ فَهُوَ عِنْدَ الله شَهِيدٌ). وفي الإحياء قال صلى الله عليه وسلم: «إذا نامَ العَبْدُ على طَهَارَةٍ عُرِجَ بِرُوحِهِ إلى العَرْشِ فَكانَتْ رُؤياهُ صَادِقَةً، وإن لَمْ يَنَمْ على طهَارَةٍ قَصَّرَتْ رُوحُهُ عَنِ البُلوغِ، فتلكَ المنامَاتُ أضغاث أحلامٍ لا تصدقُ».

Nabi SAW bersabda, Barangsiapa berwudlu untuk melakukan sholat dan ia (benar-benar) sholat, maka Allah akan menghapus dosa-dosa kecilnya (yang ia lakukan) di antara (sholat yang sedang dilakukan itu) dan sholat lain setelahnya. Nabi SAW juga bersabda, Barangsiapa tidur (dalam keadaan) berwudlu lalu ia meninggal pada malam itu, maka di sisi Allah ia seorang yang mati syahid. Disebutkan dalam kitab Ihya Ulumuddin, bahwa Nabi SAW bersabda, Jika seseorang tidur (dalam keadaan) berwudlu maka ia naik dengan ruhnya ke Arasy dan jika ia bermimpi maka mimpinya adalah mimpi yang benar. Jika tidurnya tidak (dalam keadaan) berwudlu maka ruhnya tidak akan sampai ke arasy dan mimpi-mimpinya adalah mimpi yang tidak benar.

(وقال صلى الله عليه وسلم: النَّائَمُ الطَّاهِرُ كَالصائِمِ القَائِمِ) أي المصلي في الليل، أي في حصول الأجر، وإن اختلف المقدار رواه الحكيم الترمذي عن عمر بن حريث. وإسناده ضعيف كذا في السراج المنير.

Rasulullah SAW bersabda, Orang tidur dalam keadaan suci seperti orang puasa yang melakukan sholat di malam hari, sama-sama mendapatkan pahala walaupun ukurannya jelas berbeda. HR. Hakim dan Turmuzhi dari Amr bin Harits. Sanadnya dloif (as-Sirojul Munir).

Rasulullah SAW juga bersabda, “Barangsiapa dalam keadaan suci ia berwudlu (lagi) maka Allah akan memberinya sepuluh kebaikan”. (HR. Abu Dawud, At-Turmuzhi dan Ibnu Majah dari Ibnu Umar). Kata at-Turmuzhi, ini adalah hadits dloif. Sabda Rasulullah SAW lagi, “Tidak sah sholatnya orang yang tidak berwudlu dan tidak (sempurna) wudlunya orang yang tidak membaca basmalah”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Hakim dari Abu Huroiroh. Sedangkan Ibnu Majah meriwayatkannya dari Said bin Zaid). Dalam riwayat al-Bukhori, Muslim, Abu Dawud, at-Turmuzhi dan Ibnu Maajah dari Abu Huroiroh disebutkan, “Allah tidak akan menerima sholat seseorang yang berhadats sampai ia mau berwudlu[1]”.

Rasulullah SAW bersabda, “Wudlu adalah separuhnya iman”. (HR. Ibnu Abi Syaibah dari Hassan bin Athiyah). Dalam riwayat lain disebutkan, “Bersuci adalah separuhnya iman”. Demikian ini karena iman bisa mencuci najis bathiniyah, sedangkan wudlu mampu menghilangkan najis dzohiriyah.

(وقال صلى الله عليه وسلم: صبغة الوضوء) بكسر الصاد وسكون الموحدة ثم الغين أي أصل الوضوء (مرَّة) أي واحدة في كل عضو (فَمَنْ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ كانَ لَهُ كِفْلان) بكسر الكاف أي ضعفان (مِنَ الأجْرِ وَمَنْ تَوَضَّأَ ثلاثا فَهُوَ) أي الوضوء المكرر ثلاثا (وُضُوءُ الأنْبِيَاء مِنْ قَبْلِي) وفي الأحياء: وتوضأ صلى الله عليه وسلم مرة مرة وقال: «هذَا وُضُوءٌ لا يَقْبَلُ الله الصَّلاَةَ إلاَّ بهِ، وتوضأ مرتين مرتين وقال: مَنْ تَوضَّأ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ آتاهُ الله أَجْرَهُ مَرَّتَيْنِ وتوضأ ثلاثا ثلاثا وقال: هذا وُضُوئِي وَوُضوءُ الأنبياءِ مِنْ قَبْلِي، وَوُضُوءُ خَلِيلِ الرَّحْمنِ إبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلامُ»

Rasulullah SAW bersabda, Aslinya (pokoknya) wudlu itu satu kali (basuhan/usapan pada setiap anggota wudlu), barangsiapa berwudlu (membasuh/mengusap anggota wudlunya) dua kali maka pahalanya dua kali lipat dan barangsiapa berwudlu (dengan membasuh/mengusap anggota wudlu) sampai tiga kali maka wudlu seperti ini adalah wudlunya para nabi-nabi sebelumku”. Disebutkan dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Rasulullah SAW berwudlu satu kali – satu kali, kemudian beliau bersabda, “wudlu ini adalah wudlu di mana Allah tidak menerima sholat seseorang kecuali hanya dengan wudlu (ini)”.  Rasulullah SAW berwudlu dua kali – dua kali, kemudian beliau bersabda, “barangsiapa berwudlu dua kali-dua kali maka Allah memberinya pahala dua kali. Rasulullah SAW berwudlu tiga kali – tiga kali, kemudian beliau bersabda, “ini adalah wudluku dan wudlu nabi-nabi sebelumku juga wudlu Nabi Ibrohim kekasih Allah AS.”.

 (وقَالَ صلى الله عليه وسلم: الوُضُوءُ عَلَى الوُضُوءِ نُورٌ عَلى نُورٍ) أي تجديد الوضوء حسنة على حسنة قال ابن حجر: هو مسند رزين رحمه الله، ولم يطلع عليه المنذري كذا في البدر المنير للشيخ عبد الوهاب بن أحمد الأنصاري. وفي الأحياء قال صلى الله عليه وسلم: «مَنْ تَوَضَّأ فَأَحْسَنَ الوُضُوءَ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُحَدِّثْ نَفْسَهُ فِيهِمَا بِشَيْءٍ مِنَ الدُّنْيَا، خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ»، وفي لفظ آخر: «وَلَمْ يَسْفُهْ فِيهِمَا غُفِرَ لَهُ ما تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ».

Rasulullah SAW bersabda, “wudlu di atas wudlu adalah cahaya di atas cahaya”. Artinya, memperbarui wudlu itu kebaikan di atas kebaikan. Di dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin disebutkan, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berwudlu kemudian membaguskan wudlunya lalu dia sholat dua rokaat sebelum ia berkata-kata sesuatupun tentang dunia, maka ia keluar dari dosa-dosanya seperti anak yang baru dilahirkan oleh ibunya”. Pada lafadz lain, “sebelum ia bercakap-cakap, maka dosa-dosanya yang telah lalu di ampuni oleh Allah. Waallohu a’lam bis showab.

[1] Artinya, orang yang sholat sedangkan ia berhadats maka Allah tidak akan menerima sholatnya, sampai ia mau berwudlu dulu baru melakukan sholat, maka Allah akan menerima sholatnya.

BAB V KEUTAMAAN IMAN


Iman sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wasallam adalah mengetahui dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan menjalankan dengan anggota badan. Iman saja itu ibarat manusia yang telanjang, tidak berpakaian, tidak punya rasa malu dan tidak berilmu, seperti sabda Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wasallam “Iman itu telanjang, pakaiannya taqwa, perhiasannya rasa malu[1] dan buahnya adalah ilmu”.

Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wasallam juga bersabda: “Tidak ada iman (sempurna) bagi orang yang tidak bisa dipercaya”. Artinya, Pembohong, pendusta itu tidak memiliki iman sempurna. Hal ini bisa dimengerti, orang yang beriman- percaya penuh kepada Allah ia tidak akan takut kepada Allah dengan cara menjahui segala bentuk kema’siatan, di antaranya adalah “berbohong”.

Nabi Shollallohu alaihi wasallam pun bersabda berkenaan dengan cirikhas orang yang percayah penuh kepada Allah a : “Tidaklah salah satu dari kalian semua itu beriman (sempurna) sehingga ia bisa mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk diri sendiri”. Sabda Rasulullah lagi ;

وقال صلى الله عليه وسلم: الإيمانُ في صَدْرِ المُؤْمِنِ، ولا يَتِمُّ الإيمانُ إلاَّ بِتَمَامِ الفَرَائِض وَالسُّنَنِ، وَلاَ يَفْسُدُ الإيمانُ إلاَّ بِجُحُودِ الفَرَائِضِ وَالسُّنَنِ، فَمَنْ نَقَصَ فَرِيضَةً بِغَيْرِ جُحُودٍ عُوقِبَ عَلَيْها، وَمَنْ أتَمَّ الفَرَائِضَ وَجَبَتْ لَهُ الجَنَّةُ.

Nabi Shollallohu alaihi waallam bersabda : “ Iman itu ada di dalam dada orang mu`min. Iman tidak akan sempurna kecuali dengan melakukan fardlu-fardlu dan sunat-sunat dengan sempurna. Sebaliknya iman tidak akan rusak kecuali dengan mengingkari fardlu-fardlu dan sunat-sunat. Barang siapa mengurangi satu fardlu tanpa inkar maka dia akan disiksa karena hal tersebut. Barang siapa menyempurnakan fardlu-fardlu maka wajib baginya surga”.

وقال صلى الله عليه وسلم: الإيمانُ لا يَزِيدُ وَلا يَنْقُصُ وَلِكنْ لَهُ حَدٌّ، أي تعريف بذكر أفراد فروع الإيمان، فإنْ نَقَصَ فَفِيْ حَدِّه. وَأَصْلُهُ شَهَادَةُ أنْ لا إلهَ إلاَّ الله وَحْدُهُ لا شَرِيكَ لَهُ وأنَّ مُحَمَّدا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وإقَامُ الصَّلاةِ، وإيتَاءُ الزَّكَاةِ، وَصَوْمُ رَمَضَانَ، والحَجُّ، وَغَسْلُ الجَنَابَةِ، فَمَنْ زَاد في حَدِّهِ زَادَتْ حَسَنَاتُهُ، وَمَنْ نَقَصَ فِيهِ فَفِيه.

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : “Iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang, akan tetapi iman ada batasnya dan batasan-batasan iman itu bisa diketahui melalui cabang – cabangnya. Maka jika (dikatakan) iman berkurang, berarti karena iman itu (kurang) dari batasanya. Intinya (pokoknya) iman adalah bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, Nabi Muhammad itu hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa ramadhan, naik haji, dan mandi janabah. Jadi barang siapa (amaliahnya) melebihi batasan (pokoknya) iman, maka berarti pula kebaikannya bertambah. Dan barang siapa (amaliah) imannya kurang (dari batasan pokoknya), berarti imannya berkurang dari batasannya”.

Menurut Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitab an-Niqoyah, Orang yang sempurna imannya adalah orang yang memenuhi cabang-cabang iman dengan sempurna, kalau ada cabang satu saja yang tidak ia penuhi maka imannya belum sempurna. Para ulama salaf sepakat, bahwa iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang.

Sayyidis Syaikh Abdul Qodir al-Jilani, Saya yaqin, sesungguhnya iman itu adalah pengakuan dengan mulut, keyakinan dalam hati dan perbuatan anggota badan. Iman bisa bertambah dengan ketaatan, bisa berkurang dengan kema’siatan. Iman pun bisa kuat dengan ilmu dan bisa lemah dengan kebodohan, Iman ini bisa terwujud dengan taufiq (pertolongan Allah).

Sebagaimana riwayat dari Ibnu Abbas, Abu Hurairah dan Abi Darda’, mereka berkata, “Iman itu bisa bertambah dan berkurang. Iman bisa bertambah jika seseorang sudah nyata-nyata melakukan perintah-perintah Allah dan menjahui larangan-larangan-Nya, menerima taqdir, tidak menentang apapun perbuatan Allah terhadap hamba-hambanya, tidak ragu terhadap janji Allah dalam urusan rizki, tawakkal, keluar dari daya dan upaya, sabar menghadapi bala’, bersyukur atas ni’mat-ni’mat Allah, bersih dan tidak berfikiran buruk terhadap Allah pada semua hal. Hanya melakukan sholat dan berpuasa saja tidak bisa menambah iman seseorang.

Sedangkan menurut Imam Ghozali, Amal itu bukan bagian dari iman juga tidak merupakan arkan dari keberadaannya. Tapi amal kebaikan yang bertambah  bisa menambah iman. Sebab dzat sesuatu tidak bisa bertambah, contoh, sholat dinilai bertambah bukan dengan penambahan rukuk dan sujudnya, tapi dengan penambahan khusyu’ dan kesunahan-kesunahannya. Ini menjelaskan bahwa iman itu nyata ada dulu, setelah iman nyata ada baru keadannya bisa berbeda-beda, bisa tambah bisa kurang. Wa allahu a’lam bis showab.

وقال صلى الله عليه وسلم: الإيمانُ نِصْفَانِ، فَنِصْفٌ في الصَّبْرِ، وَنِصفٌ في الشُّكْرِ. وقال صلى الله عليه وسلم: الإيمانُ قَيْدُ الفَتْكِ لا يَفْتكُ مُؤْمِنٌ.

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : “Iman itu ada dua bagian, satu bagian dalam sabar (meninggalkan ma’siat) dan satu bagian dalam syukur (dalam melakukan ketaatan kepada Allah SWT)”. Sabda Nabi Shollallohu alaihi wasallam lagi : “Iman itu kendali perbuatan fatk, seseorang yang beriman (kepada Allah) tidak akan berbuat fatk[2]”.

وقال صلى الله عليه وسلم: خَلَقَ الله الإيمَانَ وَحَفَّهُ وَمَدَحَهُ بالسَّمَاحَةِ وَالحَيَاءِ، وَخَلَقَ الله الكُفْرَ وَذَمَّهُ بالبُخْلِ وَالجَفَاءِ. وقال صلى الله عليه وسلم: إذَا دَخَلَ أهْلُ الجَنَّةِ الجَنَّةَ، وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ، أمَرَ الله تَعَالَى بأنْ يَخْرُجَ مِنَ النارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنَ الإيْمَانِ

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda lagi: “Allah menciptakan iman dan menghiasinya juga memujinya dengan murah hati dan rasa malu dan Allah menciptakan kufur dan mencelanya dengan bakhil dan durhaka”. Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : “Ketika penghuni surga telah masuk ke surga dan penghuni neraka telah masuk keneraka, Allah ta'ala memerintahkan agar mengeluarkan dari neraka orang-orang yang di dalam hatinya ada iman walaupun hanya sebesar atom”.

Wa allohu a’lamu bis showab.

[1] Malu melakukan kema’siatan dana tau larangan-larangan Allah SWT.

[2] Fatk artinya pembunuhan yang dilakukan di daerah damai. Maksud hadits “seseorang yang beriman (kepada Allah) tidak akan berbuat fatk” adalah, jika orang beriman melakukan kejahatan fatk maka kejahatan itu tentu dilakukan dalam kondisi dia lalai dari iman (tidak ada iman di hatinya), meskipun iman bisa ada lagi setelah dia melakukan kejahatan fatk itu.

BAB IV KEUTAMAAN MEMBACA SHOLAWAT

KEUTAMAAN MEMBACA SHOLAWAT

قال بعض الصحابة لرسول اللهصلى الله عليه وسلم: صلى اللهعشرا لمن صلى عليك مرة، لا، بَلْلِكُلِّ مُصَلٍّ غافِلِ، وَيعطِيهِ اللهأمثالَ « : واحدة هل ذلك لمن كانحاضر القلب؟ قال الجبال،والملائكةُ تَدْعُو لَهُ وَتَسْتَ غْفِرُ لَهُ،وَأَمَّا إذا كانَ حاضِرَ القلبِ وقتَالصَّلاةِ عَليَّ، فلا يَعْلَمُ قَدْرَ ذٰلكَ إلاَّالله تَعَالَى.

Sebagian Sohabat bertanya kepada Rosululloh S.A.W ' Allah S.W.T memberikan 10 Rahmatnya kepada seseorang yang membaca 1 kali saja Sholawat kepadamu ya Rosulalloh, apakah hal itu berlaku bagi mereka yang bersholawat dengan hati yang tulus (tidak hanya di bibir saja, sementara hatinya melamun kemana mana)?
 

Rosululloh S.A.W menjawab, ”tidak demikian, bahkan hal itu berlaku untuk orang-orang yang lupa (bersholawat tidak dari hati) Allah memberikan sebesar gunung pahalanya, dan Malaikat mendo'akan kepadanya, dan memintakan ampun, adapun ketika seseorang itu bersholawat dengan sepenuh hatinya maka tiada yang tau sebesar apa pahalanya orang itu kecuali Allah S.W.T,

)قال النبي صلى الله عليه وسلم:مَنْ صَلَّى عَليَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللهعَلَيْهِ عَشْرا) رواه مسلم وأبو داودوالنسائي وابن حبان عن أبيهريرة رضي الله عنه،

Rosululloh S.A.W bersabda. "barang siapa membaca Sholawat kepadaku sekali saja, maka Alloh SWT memberikan 10 rahmat-Nya kepada orang itu". (hadist di riwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, Imam Nasa'i, Ibnu Hibban, dari Abi Huroiroh R.A.

)وقال النبي صلى الله عليهوسلم: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ ألفَ مَرَّةٍ لميَمُتْ حَتَّى يُيشَّرُ لَهُ بِالجَنَّةِ (وفيرواية: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ ألْفَ مَرَّةٍبُشِّرَ بِالجَنَّةِ قبل موته.

Rosululloh S.A.W bersabda " Barang siapa membaca Sholawat kepadaku 1000 kali, maka dia tidak akan meninggal sampai dia digembirakan dengan sorga ". dalam riwayat yang lainnya menggunakan bahasa " Barang siapa membaca Sholawat kepadaku 1000 kali maka dia akan di gembirakan dengan sorga sebelum dia meninggal.

)وقال صلى الله عليه وسلم: منْصَلَّى عَليَّ صَلاةً واحِدَةً صَلَّى اللهعَلَيْهِ بِهَا عَشْرا، وَمَنْ صَلَّى عَليَّعَشْرا صَلَّى الله عَلَيْهِ بِها مائَةً،وَمَنْ صَلَّى عَليَّ مائَةً صَلَّى اللهعَلَيْهِ بها ألْفا، وَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ ألْفالم تَمسَّهُ النَّارُ ( أي نار جهنم وفيرواية لم يعذبه الله بالنار، وفيرواية الطبراني مَنْ صَلَّى عَلَيَّصَلاةً وَاحِدَةً صَلَّى الله عَلَيْهِعَشْرا، قال رسول الله صلى اللهعليه وسلم وَمَنْ صَلَّى عَليَّ عَشْراصَلَّى الله عَلَيْهِ مائَةً، ومَنْ صَلَّىعَلَيَّ مائَة كَتَبَ الله لَهُ بَرَاءَةً مِنَالنّفاقِ وَبَرَاءَةً مِنَ النَّار، وأسْكَنَهُيَوْمَ القِيَامَةِ مَعَ الشُّهَدَاءِ

Rosululloh S.A.W bersabda " Barang siapa membaca Sholawat kepadaku satu kali maka Allah akan memberikan dia Rahmat 10 kali, dan barang siapa bersholawat kepadaku 10 kali maka Allah akan memberikan dia rahmat 100 kali, dan barang siapa bersholawat padaku 100 kali maka Allah akan memberikan Rahmat 1000 kali, dan barang siapa bersholawat kepadaku 1000 kali maka dia tidak akan tersentuh oleh Api Neraka[1], dalam riwayat yang lain menggunakan bahasa " maka Allah tidak akan menyiksanya dengan Api Neraka,  dalam riwayatnya Imam Tabrani di sebutkan bahwa Rosululloh  S.A.W bersabda " Barang siapa membaca Sholawat kepadaku satu kali maka Allah akan memberikan dia Rahmat 10 kali, dan barang siapa bersholawat kepadaku 10 kali maka Allah akan memberikan dia rahmat 100 kali, dan barang siapa bersholawat padaku 100 kali maka Allah memastikan/mencatatatnya sebagai orang yang bebas dari sifat Munafiq dan bebas dari Api Neraka dan menempatkan dia di tempatnya para Syuhada' besuk di hari Kiamat.

)وقال صلى الله عليه وسلم: مَنْنَسِيَ الصَّلاَةَ عَلَيَّ فَ قَدْ أَخْطَأَطَرِيقَ الجَنَّةِ)

Rosululloh S.A.W bersabda "Barang siapa lupa membaca Sholawat kepadaku maka dia telah benar benar lupa akan jalan ke Sorga[2].

فقد روي عن أبي هريرة أنه قال:الصلاة على النبي صلى الله عليهوسلم هي الطريق إلى الجنة كذاذكر السملاوي.

Sohabat Abi Huroiroh RA berkata " Bersholawat kepada Nabi Muhammad adalah jalan menuju sorga " (sebagaimana keterangan Imam Samlawy).

)وقال صلى الله عليه وسلم: إنأوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ القِيَامَةِأكْثرُهُمْ عَلَيَّ صَلاَة).

Rosululloh S.A.W bersabda " Orang yang paling utama bagiku di hari Kiamat adalah orang yang paling banyak membaca sholawat kepadaku[3].

)وقال صلى الله عليه وسلم:صَلاَتُكُمْ عَلَيَّ محَّاقَة (أي إذهابلذنوبكم كما يمحق الماء النار كماقال أبو بكر الصديق رضي اللهعنه: الصلاة على النبي صلى اللهعليه وسلم أمحى للذنوب منالماء لسواد اللوح.

Rosululloh S.A.W bersabda " Sholawatmu kepadaku itu adalah penghapus dosa, maksudnya adalah menghilangkan noda dosa seperti air memadamkan api, sebagaimana perkataan Abu Bakar Assiddieq RA. "Bersholawat kepada Rosululloh itu lebih bisa menghapuskan dosamu daripada air membersihkan papan yang hitam..

)وقال صلى الله عليه وسلم: مَنْصَلَّى عَلَيَّ في كُلِّ جُمُعَةٍ أرْبَعِينَمَرَّةً مَحَا الله ذُنُوبَهُ كُلَّهَا( وعنعبد العزيز بن صهيب عن أنس بنمالك قال: كنت واقفا بين يديرسول الله صلى الله عليه وسلم فقال مَنْ صَلَّى عَلَيَّ في كُلِّ جُمُعَةٍثَمَانِينَ مَرَّةً غَفَرَ الله تَعَالى لَهُذُنُوبَ ثمانِينَ سَنَة قلت: يا رسولالله كيف الصلاة عليك؟ قالصلى الله عليه وسلم: تَقُولُ "اللّهُمَّصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَالنَّبِيِّ الأمِّيِّ" وَتَعْقِدُ وَاحِدَة. ذكرذلك سيدي الشيخ عبد القادر الجيلاني.

Rosululloh S.A.W bersabda " Barang siapa membaca Sholawat kepadaku 40 kali pada setiap hari jum'at maka Allah akan menghapus dosa-dosanya seluruhnya. Diriwayatkan oleh Abdul Aziz bin Suhaib dari Anas bin Malik, ia berkata, “Aku sedang berdiri di depan Rasulullah SAW, kemudian beliau berkata, “Barang siapa membaca sholawat atasku pada setiap hari jum’at 80x maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya selama 80 tahun”. Aku berkata, “Ya Rasulullah SAW, bagaimana caranya bersholawat atas-Mu? Rasulullah SAW menjawab “engkau berkata اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ النَّبِيِّ الأمِّيِّ. Itu baru dihutung satu. Sayidis Syaikh Abdul Qodir al-Jilani yang menyebutkan itu.

)وقال صلى الله عليه وسلم: مَامِنْ دُعاءٍ إلا بَيْنَهُ وَبَيْنَ السَّماءِحِجَابٌ حَتَّى يُصَلِّيَ عَلَيَّ، فإذاصُلّى عَلَيَّ انْخَرَقَ ذٰلِكَ الحِجَابُوَرُفِعَ الدُّعَاء (وفي لفظ عن عليّقال: ما من دعاء إلا بينه وبينالله حجاب حتى يصلي علىالنبي صلى الله عليه وسلم، فإذاصلى تَخَرَّقَ الحِجَابُ فَاستجيب،وإن لم يصل عليه لم يستجبالدعاء رواه الحسن بن عرفة.

Rasulullah SAW bersabda; Tidak ada do’a kecuali di antaranya dan langit terdapat hijab, sehingga dibacakan sholawat atasku, jika telah dibacakan sholawat atasku maka hijab itu robek dan do’a tersebut naik. Sedangkan dari riwayat sayidina Ali, Rasulullah SAW bersabda dengan lafadl, “tidak ada do’a kecuali ada penghalang di antaranya dan Allah, sehingga dibacakan sholawat atas Nabi SAW, maka jika sudah dibacakan sholawat atasnya terbukalah hijab itu dan do;anya dikabulkan (oleh Allah), dan jika tidak dibacakan sholawat atasnya maka doa itu tidak dikabulkan. (HR. al-Hasan bin Arofah).

)وقال صلى الله عليه وسلم: مَنْصَلَّى عَلَيَّ فِي يَوْم مائَةَ مَرَّةٍقَضَى الله لَهُ مائَةَ حَاجَةٍ سَبْعِينَمِنْهَا لآخِرَتِهِ وَثَلاثِينَ مِنْهَا لِدُنْيَاه (رواه ابن النجار عن جابر.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa membaca sholawat atasku setiap hari 100x maka Allah akan memenuhi 100 kebutuhannya, yang 70 diberikan di akhiran dan yang 30nya langsung diberikan kepadanya di dunia. (HR. Ibnu Najjar dari Jabir).

)وقال صلى الله عليه وسلم: مَنْصَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهعَلَيْهِ وَمَلائِكَتُهُ عِشْرِينَ مَرَّةً وَلَمْيَمُتْ حَتَّى يبشَّرُ بِالجَنَّةِ (

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa membaca sholawat atasku sekali maka Allah dan Malaikat-Nya bersholawat atasnya 20x dan dia tidak akan mati sehingga ia dapat imbalan surga.

وعن عبد الله بن عمرو بن العاصقال مَنْ صَلَّى عَلَى النبي صلىالله عليه وسلم وَاحِدَةً صَلَّى الله عَلَيْهِ وَمَلائِكَتُهُ سَبْعِينَ صَلاَةًفَلْيُقِلَّ مِنْ ذٰلِكَ أوْ لِيُكْثِرْ رواهالإمام أحمد بإسناد حسن موقوف

Dari Abdullah bin Amr bin Ash, Rasulullah SAW bersabda, “barang siapa bersholawat atasku sekali maka Allah dan malaikat-Nya membalasnya 70x sholawat, maka tergantung dia, mau sedikit saja membaca sholawat atau memperbanyak (membacanya). (HR. Imam Ahmad sengan sanad Hasan Mauquf).

وروي أن رسول الله صلى اللهعليه وسلم قال جَاءَنِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلامُ وَقَالَ : يا رَسُولَ اللهلاَ يُصَلِّي عَلَيْكَ أحَدٌ إلاَّ وَيُصَلِّيعَلَيْهِ سَبْعُونَ ألْفا مِنَ الملائِكَةُ،وروي أنه صلى الله عليه وسلمقال مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَّتْ عَلَيْهِ المَلائِكَةِ وَمَنْ صَلَّتْ عَلَيْهِ المَلائكَةُصَلَّى الله عَلَيْهِ، مَنْ صَلَّى اللهعَليْهِ لَمْ يَبْقَ شيء في السَّمٰوَاتِولا في الأَرْضِ إلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ

Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda, Jibril AS. Telah mendatangiku dan ia berkata, “Ya Rasulullah, tidak seorangpun yang bersholawat atasmu kecuali dia akan didoakan oleh 70 ribu malaikat. Diriwayatkan juga bahwa Rasulullah SAW bersabda, “barang siapa bersholawat atasku maka malaikat akan bersholawat atasnya. Barang siapa malaikat bersholawat atasnya maka Allah akan memberinya rohmat, dan semua yang ada di langit dan di bumi akan mendoakannya.

Sebagian ulama shufi berkata, Saya pernah punya tetangga yang sangat berlebih-lebihan membahayakan dirinya sendiri, pagi dan sore dia selalu mabuk-mabukan. Aku sudah menasehatinya tapi dia tidak menerimanya, saya juga pernah menyuruhnya bertaubat tapi dia tidak mau melakukannya.

Ketika ia meninggal dunia, aku bermimpi melihatnya, ternyata dia berada ditempat yang tinggi, memakai mahkota warnah hijau –mahkota surge-, pakaiannya juga adalah pakaian keagungan dan kemulyaan. (karena penasaran) maka aku bertanya kepadanya, “dengan apa engkau mendapatkan tempat yang agung ini?”

Dia menjawab, “Suatu hari saya pernah datang di majlis dzikir, lalu aku mendengar seorang alim berkata, “barang siapa bersholawat dan mengeraskan suaranya maka masuk surga wajib baginya”. Kemudian orang alim itu mengeraskan sholawatnya, saya pun begitu, juga orang-orang selainku. Maka Allah mengampuni dosa-dosa kami –seluruhnya- pada hari itu. Jadi keni’matan ini adalah karena rahmat dan maghfiroh dari Allah.

Waallohu a’lam

[1]Neraka Jahannam

[2]maksudnya lupa - adalah meninggalkan dengan sengaja, maka benar-benar dia telah meninggalkan jalan menuju sorga.Sedangkan orang yang membaca sholawat adalah orang yang sedang menempuh jalan menuju sorga,

[3]maksud dari orang yang paling utama adalah orang yang lebih dekat dengan Rosululloh dan yang lebih berhak dengan syafaat beliau, karena dengan semakin banyaknya membaca sholawat adalah bukti kebenaran rasa cinta dan hubungan yang sempurna. Maka tempatnya ummat di akhirat nanti di sisi Rosululloh tergantung dari sedikit banyaknya mereka membaca sholawat. (Imam Bukhori, Tirmidzi, Ibnu Hibban dari Ibnu Mas'ud dengan sanad yang sohih)

Sabtu, Januari 19

BAB III KEUTAMAAN BISMILLAHIR ROHMAANIR ROHIIM


عن عطاء عن جابر بن عبد الله قال: لما نزل بسمالله الرحمن الرحيم هرب الغيم إلى المشرق، وسكنتالرياح، وهاج البحر، وأصغت البهائم بآذانها، ورجمتالشياطين من السماء، وحلف الله عز وجل بعزته لايسمى اسمه على سقم إلا شفاه، ولا يسمى اسمهعلى شيء إلا بارك فيه، ومن قرأ بسم الله الرحمنالرحيم دخل الجنة، ذكره سيدي الشيخ عبد القادرالجيلاني.

Di ceritakan oleh Imam Atho' dari Imam Jabir bin Abdillah, beliau berkata : " Ketika Allah menurunkan Bismillahir Rohmaanir Rohiim, mendung berlarian ke arah timur, Anginpun berhenti bertiup, laut bergolak, hewan-hewan mendengarkan dengan telinganya, setan-setan dilempari dari langit, dan Allah Azza Wa Jalla bersumpah, "tidak akan di sebut Nama-Nya atas orang sakit kecuali dia menyembuhkannya, tidak akan di sebut nama-Nya atas sesuatu kecuali Allah memberkahinya, dan siapapun  membaca Bismillahir Rohmaanir Rohiim akan masuk sorga, sebagaimana di tuturkan oleh Sayyidi Syekh Abdul Qodir Al-Jailany.

)وقال صلى الله عليه وسلم: مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ بِسْمِالله الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ إلاَّ ذَابَ الشَّيْطَانُ كَما يَذُوبُالرَّصَاصُ (بفتح الراء )عَلَى النَّارِ ( قال ابن مسعودشيطان المؤمن مهزول. وقال قيس بن الحجاج قاللي شيطاني دخلت فيك وأنا مثل الجزور، وأنا الآنمثل العصفور قلت :ولم ذلك؟ قال : تذيبني بذكر اللهتعالى.

Rosululloh SAW bersabda, "tiada seorang hambapun yang mengucapkan Bismillahir Rohmaanir Rohiim kecuali setan itu akan hancur meleleh sebagaimana melelehnya timah ketika terbakar Api". Ibnu Mas'ud  mengatakan bahwa setannya orang Mukmin itu kurus kering, berbeda dengan setannya orang kafir. Imam Qoys ibnu Hajjaj berkata " Setanku berkata kepadaku, “dulu aku memasukimu sebesar Onta, dan sekarang aku sekecil burung parkit, aku bertanya kenapa begitu?, setanku menjawab, “engkau menghancur-kanku dengan dzikir pada Allah.

(وقال صلى الله عليه وسلم:  ما مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ بِسْمِالله الرَّحْمٰن الرَّحِيمِ إلاَّ أمَرَ الله تَعَالى الكِرَامَ ( أيعلى الله تعالى (الكاتِبينَ) أي أعمال الناس )أنيَكْتُبُوا في دِيوَانِهِ ( أي صحائفه )أرْبَع مائَةِ حَسَنَةٍ .وقالَ صلى الله عليه وسلم:  مَنْ قَالَ بِسْمِ اللهالرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ مَرَّةً لَمْ يَبْقَ مِنْ ذُنُوبِهِ (أيالصغائر)ذَرَّة (وذكر أن بشرا الحافي رأى رقعة فيهابسم الله الرحمن الرحيم وكان معه ثلاثة دراهمفأخذ بها طيبا وطيبها، فنودي في سره كما طيبتاسمنا لنطيبن اسمك.

Rosulullah SAW bersabda, “tiada seorang hamba pun yang mengucapkan Bismillahir Rohmaanir Rohiim kecuali Allah SWT memerintahkan Malaikat Kiraman katibin(malaikat yang mulia di sisi Allah, yang mencatat amal perbuatan manusia) agar mereka mencatat di buku catatannya 400 kebajikan”. Rosulullah SAW bersabda, “barang siapa mengucapkan Bismillahir Rohmaanir Rohiim sekali saja, maka tiada tersisa secuilpun dari dosa-dosanya (dosa dosa kecilnya). Diceritakan bahwa Bisyri Al-Hafy menemukan lembaran kertas yang ada  tulisannya Bismillahir Rohmaanir Rohiim, dan dia punya uang 3 dirham dibelikannya minyak wangi untuk meminyaki lembaran itu supaya harum baunya, dan dia merasakan dalam batinnya ada yang berkata, “Sebagaimana engkau mengharumkan namaku, maka akupun akan mengharumkan namamu.

(وقال صلى الله عليه وسلم:  مَنْ كَتَبَ بِسْمِ اللهفَجَوَّدَ تَعْظِيما لله غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ(وفي رواية للخطيب البغدادي وابن عساكر عن زيدبن ثابت إذا كتبت بسم الله الرحمن الرحيم فبينالسين فيه، أي إذا أردت كتابة ذلك فأظهر السينووضح سنها إجلالاً لاسم الله تعالى. )وقال صلى اللهعليه وسلم إذَا كَتَبَ أحَدُكُمْ بِسْمِ الله الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ(أي إذا أراد أن يكتبها )فَلْيَمُدَّ الرَّحْمٰنَ (أي حروفهبأن يمد اللام والميم ويجوف النون ويتأنق، أييحسن في ذلك رواه الخطيب والديلمي عن أنس بنمالك.

Rosulullah SAW bersabda, “Barang siapa menulis "Bismillah" dengan tulisan yang bagus bertujuan mengagungkan Allah SWT, maka Orang tersebut akan diampuni dosa-dosanya terdahulu dan dosa-dosa yang akan datang”[1]. Rosulullah SAW bersabda, “Ketika salah satu di antara kamu menulis Bismillahir Rohmaanir Rohiim, maka hendaknya ia panjangkan tulisan (huruf-huruf) Arrahman[2].

(وقَالَ صلى الله عليه وسلم إنَّ الله سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىزَيَّنَ السَّمَاءَ بِالكَوَاكِبِ (وهي الشمس والقمروالنجوم) وَزَيَّنَ المَلائِكَةَ بِجِبْرِيلَ (فهو نقيب الملائكة)وَزَيَّنَ الجَنَّةَ بِالحُورِ وَالقُصُورِ، وَزَيَّنَ الأنْبِيَاءَ بِمُحَمَّدٍصلى الله عليه وسلم، وَزَيَّنَ الأيّامَ بِيَوْمِ الجُمُعَةِ،وَزَيَّنَ اللَّيَالِي بِلَيْلَةِ القَدْرِ، وَزَيَّنَ الشُّهُورَ بِشَهْرِ رَمَضَانَ،وَزَيَّنَ المساجدَ بالكَعْبَةِ، وَزَيَّنَ الكُتُبَ بِالقُرْآنِ، وَزَيَّنَالقُرْآنَ بِبِسْمِ الله الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ (هذه عشرة أشياءمزينة بعشرة أشياء.

Rosulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT menghiasi langit dengan matahari, rembulan dan bintang bintang, menghiasi golongan Malaikat dengan Jibril, menghiasi Sorga dengan bidadari dan gedung-gedung, menghiasi para Nabi dengan Nabi Muhammad SAW, menghiasi hari dengan hari Jum'at, menghiasi malam dengan malam Lailatul Qodar, menghiasi bulan dengan  Bulan Ramadhan, menghiasi Masjid dengan Ka'bah, menghiasi Kitab-kitab dengan Al-Qur'an, dan menghiasi Al-Qur'an dengan Bismillahir Rohmaanir Rohiim[3].

(وقال صلى الله عليه وسلم:  مَنْ قَالَ بِسْمِ اللهالرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ كُتِبَ اسْمُهُ مِنَ الأبْرَارِ (أي الصادقين)وَبرِىءَ مِنَ الكُفْرِ والنفاقِ[4] (.

Rosulullah SAW bersabda, “Barang siapa mengucapkan Bismillahir Rohmaanir Rohiim maka namanya tercatat sebagai golongan orang-orang baik dan terbebas pula dari sifat sifat kufur dan munafik”.

وقال صلى الله عليه وسلم) : إذا قُمْتُمْ (أي منالمجلس أي مجلس كان  (فَقُولُوا بِسْمِ الله الرَّحْمٰنِالرَّحِيمِ وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلهِوصَحْبِهِ وَسَلَّمَ فإنَّ النَّاسَ إذا اغْتَابُوكُمْ يَمْنعُهُمْ الملكعَنْ ذٰلِكَ.[5]

Rasulullah SAW bersabda, “Jika Kamu selesai (berdiri) dari majlis apapun, maka ucapkan وَسَلَّم وَصَحْبِهِ  آلهِ  وَعَلى محمد  سِيِّدِنا عَلَى الله وَصَلَّى الرَّحِيم الله الرَّحْمٰنِ بِسْمِ , maka jika manusia ingin ngerasani kamu, malaikat akan mencegahnya. 

وقد نظم بعض أهل العلم رضي الله عنه المسائلالتي تسن التسمية فيها فقال:

وَتَسْمِيَةُ الرَّحْمٰنِ جَلَّجَــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــلالُهُ      لَنَا شُرِعَتْفَاحْرِصْ عَلَيْـــــــــــهَا وَأَوْصِلِ

كَذِي الأَكْلِ وَالشُّرْبِ اللَّذَيْنِ تَجَمَّلا      وَغَسْلٍ بِها حَالَالطُّهُورِ لِغَاسِــــــــــــــــــــــلِ

وَعِنْدَ رُكُوبٍ جَازَ فِي الشَّرْعِ فِعْــــــــــــــــلُهُ      عَلَىالبَرِّ أو في البَحْرِ ثمَّ لِدَاخِــــــــــــــــــلِ

إلى مَسْـــــــــــــــــــــــــــــــــــجِدٍ أو بَيْتِهِ اوَ لِلُبْسِهِ      وَنَزْعٍ وَإغْلاَقٍ لِبَـــــــــــــــــــــــــــــــابِالمنَــــــــــــــازِلِ

وَإطْفَاءِ مِصْبَاحٍ وَوَطْءِحَلِيـــــــــــــــــــــــــــــــــلَةٍ       لَهُ وَصُعُودِ مِنْبَرٍخَــــــــيْرِ حَــــــــــــــــــــــــــــــــامِلِ

وَتَغمِيضِ مَيْتٍ ثم في اللَّحْدِ جَعْــــــــله      خُرُوجٍمِنَ المرحَـــــــاضِ ثمَّ لِدَاخِــــــــــــــــــــــــلِ

وَعِنْدَ ابتداءٍ لِلطَّوَافِبِكَعْــــــــــــــــــــــــــــــــــــــبَةٍ      لَهَاشَـــــــــــــــــــــــــرَفُ الرَّحْمٰنُ تَشْرِيفَ عَادلِ

وَعِنْــــــــــــــــــــــــــــــدَ وُضُوءٍ ثُمَّ عِنْـــــــــــــــــــدَتَيَمُّمٍ      وَنَحْرٍ فَوَاظِبْ كَالحَبِيبِالموَاصِــــــــــــــــــــــــلِ

وَبَعْد صَلاة الله ثمَّســــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــلاَمِهِ      علىالمصطفى المختارِ خَيْرِ الأفاضِلِ

Sebagian ahlul ilmi merangkai kata tentang hal-hal yang disunnahkan membaca Bismillahir Rohmaanir Rohiim di dalamnya, yaitu, 1). Hendak makan, 2). Hendak minum, 3). Hendak mandi, 4). Ketika naik kendaraan hendak pergi, baik lewat darat maupun laut, 5). Mau masuk masjid atau rumah, 6). Ketika berpakaian dan melepasnya, 7). Ketika mengunci pintu rumah, 8). Saat mematikan lampu, 9). Hendak berhubungan suami istri, 10). Ketika naik ke atas mimbar, 11). Ketika memejamkan mayat dan saat memasukkannya kedalam kubur, 12). Akan masuk ke toilet dan ketika telah keluar dari toilet, 13). Ketika hendak thowaf, 14). Hendak wudlu, 15). Hendak tayammum.

Wa Allohu a’lamu bis showab.

[1] . Dalam riwayat yang di ceritakan oleh al-Khotib al-Baghdady dan Ibnu Asyakir dari Zaid bin Tsabit disebutkan, “Ketika engkau menulis Bismillahir Rohmaanir Rohiim engkau perjelas huruf sinnya dengan niatan mengagungkan Asma Allah Subhanahu Wata'ala.

[2] . (dengan memanjangkan Lam dan Mimnya serta mendalamkan juga member karakter penulisan nunnya) artinya membaguskan penulisannnya. sebagaimana keterangan yang diriwayatkan oleh Imam Al-Khotib dan Dailamy dari Imam Anas bin Malik.

[3] . (inilah 10 hal yang di hiasi dengan 10 hal pula)

[4] . Diceritakan oleh Abi Wa'il dari Abdillah bin Mas'ud RA mengatakan, "Barang siapa ingin Allah menyelamatkannya dari 19 Malaikat Zabaniyyah (penjaga Neraka) maka hendaknya dia membacaBismillahir Rohmaanir Rohiim, karena Bismillahir Rohmaanir Rohiim itu terdiri dari 19 huruf, dengan harapan Allah akan menjadikan setiap satu huruf sebagai perlindungan dari setiap satu dari 19 Zabaniyyah itu.

 .[5] وقال صلى الله عليه وسلم:  إذا جَلَسْتُمْ مَجْلِسا( أي مجلس كان)فَقُولُوا بِسْمِ الله الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ وَصَلَّى الله عَلَى سِيِّدِنا محمدٍ وَعَلى آلهِوَصَحْبِهِ وَسَلَّم فإنَّ مَنْ فَعَلَ ذٰلكَ وَكَّلَ الله بِهِ مَلَكا يَمْنَعَهُمْ مِنَ الغَيبةِ حَتَّىلا يَغْتَابُوكُمْ (.